'Abbad bin Bisyr RA dalam sebuah peperangan Rasulullah SAW berkata: "Rasulullah SAW mendatangi sebuah rumah kemudian berkata: "Siapa yang akan menjaga kita malam ini?"
Maka dua sahabat mengajukan diri. Satu dari Muhajirin (Ammar bin Yasir) dan satu dari Anshar (Ibad bin Basyar). Mereka berdua berkata: "Kami Ya Rasulullah".
Maka Rasulullah berkata: "Berjagalah kalian di lereng gunung".
Mereka turun ke lereng yang berada di lembah. Ketika dua orang keluar ke lereng gunung, berkatalah salah seorang Anshar kepada salah seorang Muhajirin: "Malam apakah yang kau ingin aku jaga, awal atau akhir?"
Ia menjawab: "Jagalah pada awalnya".
Maka berbaringlah orang Muhajirin dan kemudian tertidur. Dan bangunlah orang Anshar shalat. Kemudian datang seseorang, ketika ia melihatnya ia mengetahui bahwa ia adalah mata-mata musuh. Maka ia menembaknya dengan panah, ia meletakkannya, kemudian ia melepaskannya. Kemudian ia tetap berdiri, kemudian menembakkan panah yang lain. Ia meletakkannya, kemudian kembali ia melepaskannya. Ia tetap berdiri kemudian melakukan untuk ketiga kalinya. Kemudian ia ruku' dan sujud.
Kemudian ia membangunkan temannya dan ia berkata: "Duduklah! Engkau telah diberi!".
Kemudian ia melompat dan ketika orang tadi melihat mereka berdua, ia merasa terancam kemudian melarikan diri.
Ketika orang Muhajirin melihat apa yang dialami oleh orang Anshar yang tengah berlumuran darah, ia berkata: "Subhanallah, mengapa engkau tidak membangunkanku?"
Ia berkata: "Aku sedang membaca surat Al-Kahfi, dan aku tidak ingin memotongnya hingga menyelesaikannya. Maka ketika ia melanjutkan tembakan panahnya aku sujud lalu aku membangunkanmu, Demi Allah seandainya aku tidak mengkhawatirkan lereng gunung yang Rasulullah perintahkan kepadaku untuk menjaganya pasti aku akan kehilangan jiwaku".
(Sunan Abu Daud, Taharah, 78/198. Musnad Ahmad, juz: 3, 344. Al-Baihaqi, dalail nubuwwah, 3, 459. Ibnu Hisyam, juz: 3, 219)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar